DEFINIS EPILEPSI (KEJANG)
epilepsi atau sawan atau penyakit ayan adalah suatu gangguan saraf yang timbul seacara tiba-tiba dan berkala, biasanya disertai dengan perubahan kesadaran. epilepsi terjadi karena disfungsi sementara sebagian atau keseluruhan jaringan otak karena cetusan listrik pada populasi neuron peka rangsang yang berlebihan. kejang merupakan suatu bentuk manifestasi klinik akibat lepasnya muatan listrik yang berlebihan dari sebuah fokus kejang atau dari jaringan normal yang teganggu akibat suatu keadaan patologik (Neal, 2006).
PATOFISIOLOGI
mekanisme dasar terjadinya kejang adalah peningkatan aktifitas listrik yang berlebihan pada neuron-neuron dan mampu secara berurutan merangang sel neuron lain dan secara bersama- sama akan melepaskan muatan listriknya. hal tersebut diduga disebabkan oleh kemampuan membran sel yang melepaskan muatan listrik secara berlebihan, berkurangnya inhibisi oleh neurotransmitter asam glutamat dan asam aspartat (Neal, 2006).
TERAPI SERANGAN EPILEPSI
1.
Diazepam Rektal. Sebagai larutan rektal. Jika belum
menghasilkan efek sesudah 5- 10 menit pemberian dapat diulang dengan pemberian
midozolamsecara oromucosal
2.
Diazepam intravena. Agar memberikan efek yang
cepat
3.
Intra muskular. Umumnya kan berhenti dalam waktu
5- 15 menit dosis tidak boleh terlalu tinggi karena resiko depresi pernapasan.
OBAT ANTIKONVULSI
obat-obat epilepsi secara umum bekerja melawan terjadinya peningkatan eksitabilitas dan mencegah lepasnya muatan listrik yang berlebihan. obat antikonvulsi memiliki beberapa mekanisme kerja aksi. dan ada pula obat antikonvulsi yang belum diketahui (Neal, 2006).
JENIS EPILEPSI
1.
Grand mal . Kontraksi otot otonom yang bertahan
lama, gerakan liar hebat, bercirikan kejang kaku bersamaan dengan kejutan-
kejutan ritmis dari anggota badan dan hilangnya kesadaran untuk sementara.
2.
Serangan Myoclonis. Adalah bentuk grandmal
lainnya dan bercirikan kontraksi otot- otot simetris dan sinkronyang tak ritmis
terutama bahu dan tangan.
3.
Status Epilepticus. Adalah serangan yang
bertahan lebih dari 30 menit dan berlangsung beruntundengan cepat tanpa
diselingi keadaan sadar.
4.
Petil Mat. Bercirikan serangan yang hanya
singkat sekali, antara beberapa detik sampai setengah menit dengan penurunan
kesadaran ringan tanpa kejang- kejang.
5.
Parsial (epilepsi psikomotor). Umumnya berlangsung
dengan kesadaran hanya menurun untuk sebagian tanpa hilangnya ingatan.
MEKANISME OBAT ANTIKONVULSAN
GABA( gamma aminno butiric acid). di otak terdapat dua kelompok neurotransmitter, yakni zat-zat seperti noradrenalindan serotonin yang memperlancar transmisi rangsangan listrik di sinaps sel- sel saraf. selain itu juga terdapat zat-zat yang menghambat neurotransmisi antara GABA dan glisin. asam amino GABA memiliki efek dopamin lemah, yang berdaya menghambat produksi prolaktin oleh hipofisis. GABA terdapat dalam seluruh otak dalam dua bentuk, GABA-A dan GABA-B yang daya kerjanya berhubungan erat dengan reseptor benzodiazepin.
cara kerja obat antikonvulsan adalah ebagai berikut :
a. memperkuat efek GABA, valproat dan vigabatrin bersifat menghambat perombakan GABA oleh transaminase, sehingga kadarnya disinaps meningkat.
b. memblokir saluran- saluran (channels) Na, K, dan Ca yang berperan penting dalam timbul dan perbanyakan muatan lsitrik.
c. mencegah pelepasan muatan listrik abnormal dan menghindari menajalarnya muatan listrik tersebut kebagian otak lain (Tjay dan Rahardja, 2013).
EFEK SAMPING
efek samping yang paling sering timbul berupa gangguan lambung- usus( nausea, muntah, diare, dan hilangnya nafsu makan). bereferk pada sistem saraf pusat ( kantuk, pusing, ataxia, mudah tersinggung). reaksi hipersensitiv (ruam, dermatitis, urticaria, steven jhonson syndrom, rontok rambut dan kelainan psikis)(Tjay dan Rahardja, 2013).
OBAT-OBAT ANTIKONVULSI
- Generasi Pertama
a. asam valproat
asam dipropil asetat, khasiat antikonvulsi dari derivat asam valerian. mekanismenya berdasarkan penghambatan enzim pengurai GABA. reabsorpsi cepat setelah 15 menit sudah sampai pada plasma darah. efek sampingnya sering terjadi gangguan saluran cerna sementara. adakalanya sedasi ataksiadan udema pergelangan kaki.
b. Fenobarbital
senyawa hipnotik ini digunakan pada serangan grandmal. berdasarkan sifatnya bekerja dengan cara memblokir pelepasan muatan listrik didalam otak. fenobarbital adalah antikonvulsan turunan barbiturat yang efektif dalam mengatasi epilepsi. nama kimia fenobarbital sendiri yaitu 5- etil-5-fenilbarbiturat.
struktur fenobarbital
- Generasi Kedua
a. Gabapentin
senyawa sikloheksilasetat memiliki struktur kimiawi yang berkaitan dengan GABA. tetapi mekanisme berlainan dan belum diketahui. obat ini digunakan sebagai obat tambahan pada epiepsi parsial.
b. Lamotrigine
senyawa triazin ini berdaya antikonvulsi atas dasar menstabilisir membran sel saraf, sehingga menghambat pembebasan sel saraf, sehingga menghambat pembebasan neurotransmitter glutamat
(Tjay dan Rahardja, 2013).
HUBUNGAN STRUKTUR DAN AKTIVITAS SECARA UMUM :
adapun hubungan antara struktur dan aktivitas secara umum menurut Siswandono(2016) antara lain:
a. substitusi pada C5 dari hidantoin dan oxazolidinedion atau C2 dari suksimid akan menuntukan aktivitas kejang yang dikontrol.
b. hidantoin dengan sedikitnya 2 gugus fenil merupakan obat pilihan pada kejang generalis tonik- klonik. substitusi di fenil akan meningkatkan potensi anti grandmal dibanding fenil tunggal
c. oxalidinedion yang disubtitusikan pada C5 dengan rantai alkil pendek (metil, atau etil) lebih efektif mengobati grand mal.
d. suksinimid yang merupakan anti petit mal yang paling poten, memiliki gugus alkil pendek pada
C2.
PERMASALAHAN, Ayo kita diskusikan bersama :)
1. pada mekanisme kerja obat antikonvulsi asam valproat yaitu bekerja dengan cara menghambat dua enzim yaitu asam aspartat dan asam glutamat, bagaimana kerja kedua enzim tersebut sehingga dapat menjadi faktor timbulnya kejang ?
2. bagaimana hubungan kerja GABA pada sistem saraf pusat terhadap terjadinya konvulsi?
3. bagaimana cara meningkatkan aktivitas kerja dari senyawa yang bersifat antikonvulsi sehingga memiliki sifat farmakokinetik dan bioavailabilitas yang lebih baik serta mengurangi efek samping yang timbul?
DAFTAR PUSTAKA
Neal, M.J. 2006. At a glance FARMAKOLOGI MEDIS. Erlangga. Jakarta.
Siswandono. 2016. KIMIA MEDISINAL 2 EDISI 2. Airlangga university press. surabaya.
Tjay, H.T dan K. Rahardja. 2013. Obat- Obat Penting khasiat, penggunaan dan efek sampingnya
edisi Keenam. Gramedia Jakarta.